Selasa, 07 Juli 2020

Berapa Lama Masa Pemulihan Pasien Positif COVID-19?

Berapa Lama Masa Pemulihan Pasien Positif COVID-19?

COVID-19 telah menjadi pandemi global yang menuntut seseorang untuk memerhatikan kebersihan dan kesehatan diri sendiri. Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menghindari penularan virus dan menekan persebarannya. Tanpa pandang bulu, virus corona bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Jika seseorang terindikasi virus, maka ia wajib melakukan karantina mandiri atau perawatan di rumah sakit. Masa pemulihan pasien COVID-19 di rumah tergantung dengan kondisi imunitas tubuh.

Lantas, berapa lama masa pemulihan pasien yang positif terinfeksi virus COVID-19? Dilansir dari Halodoc, berikut masa penyembuhan dan pemulihan pasien corona tergantung gejala yang diderita:

1. Gejala virus corona ringan 

Untuk orang dengan daya tahan tubuh cukup kebal, maka proses pemulihan ketika positif terinfeksi corona bisa lebih cepat. Terlebih jika gejala yang dirasakan hanya gejala ringan. Pasalnya, penderita bisa sembuh sendiri tanpa perlu menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Meskipun mengalami gejala demam, sesak napas, sakit, nyeri, dan batuk kering, penderita tidak perlu cemas berlebihan. Gejala sakit akan sembuh sendiri dalam waktu satu minggu saja. Disarankan untuk minum air putih dalam jumlah yang banyak, istirahat cukup, serta mengonsumsi obat yang bisa menurunkan demam sehingga tubuh dapat kembali sehat dalam waktu yang  singkat.

2. Gejala virus corona sedang 

Masa penyembuhan hingga pemulihan pasien yang mengalami gejala sedang membutuhkan waktu yang lebih lama, yakni sekitar dua minggu. Hanya saja, untuk penderita yang punya penyakin bawaan selain corona, waktu penyembuhannya bisa lebih lama, yakni sekitar 3-6 minggu. Penderita yang mengalami gejala virus corona sedang akan mengalami rasa sesak napas, batuk, demam tinggi, menggigil, dan lemas. Pada kasus kesulitan bernapas dan dehidrasi, sebaiknya lakukan prosedur rawat inap atau rawat jalan yang ditangani oleh tenaga medis berpengalaman.

3. Gejala berat atau kritis

Sembuh dari virus corona bukan hal yang mustahil selama pasien mematuhi aturan kesehatan dari pihak medis. Bagi orang yang memiliki riwayat penyakit seperti pneumonia, gejala kritis bisa terjadi yang berdampak pada risiko kehilangan nyawa. Perawatan bisa dilakukan di rumah sakit menggunakan alat bantuan pernapasan atau respirator. Kegagalan fungsi organ karena virus corona yang menyerang paru-paru merupakan risiko paling buruk. Perlu perawatan intensif yang lebih lama pada orang-orang yang mengalami gejala kritis dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang baik. 

Berdasarkan peraturan pemerintah, orang yang sembuh dari perawatan COVID-19 di rumah sakit harus tetap melakukan karantina mandiri di rumah selama dua minggu. Mereka juga diwajibkan menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri selama masa pemulihan pasien COVID-19 di rumah. 

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar