Rabu, 29 Juli 2020

Mengintip Keunggulan Perjalanan Jarak Jauh Dengan Kereta Api

Mengintip Keunggulan Perjalanan Jarak Jauh Dengan Kereta Api

Terdapat berbagai pilihan transportasi darat yang dapat anda pakai untuk perjalanan jarak jauh, salah satunya kereta api. Anda dapat bepergian dari Ibukota ke kota Pahlawan dengan jarak tempuh yang relative singkat. Mode transportasi ini dipilih oleh banyak orang karena menawarkan berbagai keunggulan untuk para penumpang. Tiket kereta Jakarta Surabaya ini juga dapat diperoleh dengan cara yang mudah. Yuk intip keunggulannya di bawah ini!

Keunggulan Bepergian Jarak Jauh dengan Kereta Api

1. Daya Angkut Banyak

Kereta api dengan rute yang sama biasanya memiliki 7 sampai 9 gerbong untuk penumpang. Dalam satu gerbong dapat memuat puluhan penumpang, sehingga memiliki kapasitas yang cukup besar. Terdapat pilihan 3 atau 2 deret tempat duduk, tetapi tetap nyaman saat anda pakai untuk menempuh jarak jauh. Yang menarik, anda dapat memilih kereta api sebagai alat transportasi untuk bepergian bersama teman atau keluarga dengan jumlah banyak.

2. Relatif Cepat Sampai

Kereta api menjadi salah satu alat transportasi yang mudah dijangkau oleh berbagi lapisan masyarakat. Jenis kendaraan ini dapat mengantar anda lebih cepat sampai ke tempat tujuan karena kecepatannya 70 kpj. Tiket kereta Jakarta Surabaya ini mengantarkan anda pada perjalanan yang menyenangkan dengan waktu tempuh yang sebentar. Dari ibukota ke kota Pahlawan bahkan hanya perlu waktu 9 jam dengan naik kereta Argo Anggrek.

3. Lebih Nyaman

Tempat duduk yang disediakan untuk para penumpang cukup luas, sehingga anda sangat nyaman meskipun harus duduk dalam waktu panjang. Yang membuat anda lebih nyaman, gerbong dapat dipakai untuk berjalan jalan saat anda bosan. Tersedia pula toilet saat ingin buang air kecil ataupun besar. Meskipun tempat duduk di kereta berhadapan dengan orang lain, anda tetap merasa nyaman karena space yang tersedia cukup luas saat bersinggungan.

4. Pemandangan Indah

Beberapa jalur yang dilalui oleh kereta api memang melewati sawah, pegunungan, ataupun tata kota. Oleh sebab itu, anda disuguhi pemandangan yang indah selama dalam perjalanan. Tiket kereta Jakarta Surabaya ini tidak membuat anda menyesal telah memiliki kereta api sebagai transportasi untuk perjalanan jarak jauh. Saat perjalanan malam pun, anda tidak akan merasa bosan karena kerlap kerlip lampu kota tampak dari dalam gerbong kereta.

5. Langsung Menuju Pusat Kota

Tempat pemberhentian kereta api adalah stasiun, sehingga anda dapat turun di tiap stasiun yang dilalui. Menariknya, beberapa kota besar memiliki stasiun besar yang ada di pusat kota sehingga anda dapat akses kendaraan yang sangat mudah. Beberapa kota memiliki stasiun lebih dari satu dengan fasilitas yang sangat memuaskan dan dipastikan selalu mendapat kendaraan dengan mudah. Selain itu, penginapan pun akan lebih mudah di jangkau.

6. Ada Promo Tiket

Sebelum naik kereta api, tentu anda harus memiliki tiket terlebih dahulu. Jangan membeli tiket secara mendadak atau yang lebih populer disebut go show. Beberapa platform online telah memfasilitasi untuk membeli tiket kereta Jakarta Surabaya. Tidak jarang, beli tiket secara online ini menguntungkan penumpang karena banyak promo yang ditawarkan. Anda dapat membeli tiket dengan harga yang jauh lebih murah sesuai dengan tujuan dan promonya.

Bepergian jarak jauh dari pulau Jawa di bagian barat ke timur memang memerlukan jarak dan waktu tempuh yang cukup lama. Transportasi darat masih menjadi favorit banyak orang, sehingga tidak heran kereta api tetap laris di pasaran. Mode transportasi ini memberi banyak keuntungan untuk para penumpang. Salah satunya daya angkut banyak, relatif cepat sampai, lebih nyaman, pemandangan indah, langsung di pusat kota, dan banyak promo.

Selasa, 07 Juli 2020

Berapa Lama Masa Pemulihan Pasien Positif COVID-19?

Berapa Lama Masa Pemulihan Pasien Positif COVID-19?

COVID-19 telah menjadi pandemi global yang menuntut seseorang untuk memerhatikan kebersihan dan kesehatan diri sendiri. Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menghindari penularan virus dan menekan persebarannya. Tanpa pandang bulu, virus corona bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Jika seseorang terindikasi virus, maka ia wajib melakukan karantina mandiri atau perawatan di rumah sakit. Masa pemulihan pasien COVID-19 di rumah tergantung dengan kondisi imunitas tubuh.

Lantas, berapa lama masa pemulihan pasien yang positif terinfeksi virus COVID-19? Dilansir dari Halodoc, berikut masa penyembuhan dan pemulihan pasien corona tergantung gejala yang diderita:

1. Gejala virus corona ringan 

Untuk orang dengan daya tahan tubuh cukup kebal, maka proses pemulihan ketika positif terinfeksi corona bisa lebih cepat. Terlebih jika gejala yang dirasakan hanya gejala ringan. Pasalnya, penderita bisa sembuh sendiri tanpa perlu menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Meskipun mengalami gejala demam, sesak napas, sakit, nyeri, dan batuk kering, penderita tidak perlu cemas berlebihan. Gejala sakit akan sembuh sendiri dalam waktu satu minggu saja. Disarankan untuk minum air putih dalam jumlah yang banyak, istirahat cukup, serta mengonsumsi obat yang bisa menurunkan demam sehingga tubuh dapat kembali sehat dalam waktu yang  singkat.

2. Gejala virus corona sedang 

Masa penyembuhan hingga pemulihan pasien yang mengalami gejala sedang membutuhkan waktu yang lebih lama, yakni sekitar dua minggu. Hanya saja, untuk penderita yang punya penyakin bawaan selain corona, waktu penyembuhannya bisa lebih lama, yakni sekitar 3-6 minggu. Penderita yang mengalami gejala virus corona sedang akan mengalami rasa sesak napas, batuk, demam tinggi, menggigil, dan lemas. Pada kasus kesulitan bernapas dan dehidrasi, sebaiknya lakukan prosedur rawat inap atau rawat jalan yang ditangani oleh tenaga medis berpengalaman.

3. Gejala berat atau kritis

Sembuh dari virus corona bukan hal yang mustahil selama pasien mematuhi aturan kesehatan dari pihak medis. Bagi orang yang memiliki riwayat penyakit seperti pneumonia, gejala kritis bisa terjadi yang berdampak pada risiko kehilangan nyawa. Perawatan bisa dilakukan di rumah sakit menggunakan alat bantuan pernapasan atau respirator. Kegagalan fungsi organ karena virus corona yang menyerang paru-paru merupakan risiko paling buruk. Perlu perawatan intensif yang lebih lama pada orang-orang yang mengalami gejala kritis dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang baik. 

Berdasarkan peraturan pemerintah, orang yang sembuh dari perawatan COVID-19 di rumah sakit harus tetap melakukan karantina mandiri di rumah selama dua minggu. Mereka juga diwajibkan menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri selama masa pemulihan pasien COVID-19 di rumah.